Minggu, 16 Oktober 2011

BOSS

Assalamualaikum Wr. wb.
Selamat hari Senin^^ Hari senin dibuka dengan mendengar keluhan (lagi!!) dari si Boss! Untuk kesekian kalinya dia mengeluh karena ada anak buahnya(Baca, Pak A), yang lagi-lagi berangkat ke luar kota tanpa koordinasi dengannya. Singkat cerita Pak A diperlukan oleh section lain untuk bawa mobil kantor ke luar kota, tapi tanpa koordinasi dengan atasan a.k.a si Boss ini tadi hihihi.. akhirnya Boss sedikit murka "Dia kan punya ATASAN (Merasa Boss banget yaa nih orang..) kenapa ga koordinasi dengan atasan!" Opini "Boss selalu benar (at lease bagi dirinya sendiri!)" Karena kejadian ini sudah kesekian kalinya, maka Saya penasaran.. pasti telah terjadi hal yang diluar BIASA!


Cerita bermula dari beberapa bulan lalu. Pak A, atas kelalaian supervisinya membuat dia berurusan sama kepolisian. Nah karena kejadian itu, secara manusiawi (apalagi ini karena urusan pekerjaan, Ceroboh memberikan instruksi mengakibatkan Pak A ditahan di kepolisian) harusnya supervisor dan atasan supervisor(Superintendent) yang memberikan instruksi pekerjaan yang beresiko (mengakibatkan pelanggaran hukum-->dipenjara!)paling tidak menjenguk ke ruang tahanan, mengirimkan makan siang (bentuk empati atasan-bawahan, paling tidak!) Nah ini Sama sekali gaaaa! Wujud empati malah ditunjukkan oleh atasan dari section lain, yaitu Pak B. Pak B datang ke tahanan dengan membawa makan siang, memberi kabar ke keluarganya (Sesuatuuu!!). Sampai Pak A keluar dari tahanan, tidak ada kedekatan yang berusaha ditunjukkan si Boss kepada Pak A. Bisa dipastikan Pak A lebih merasa dekat dengan Pak B (Meski berbeda divisi, namun Pak B memberikan perhatian yang dibutuhkan pada  saat sulit yang dialami Pak A). Ilustrasi ini berkaitan dengan paragraf pertama diatas.


Jika sekarang Pak A dalam bekerja banyak membantu pekerjaan di section Pak B menurut Saya itu sangatlah wajar, karena pernah terbantu disaat-saat sulit, yang tidak wajar dan tidak peka adalah Boss pak A, hanya memikirkan kepentingannya sendiri.Coba sebagai Boss juga jangan melupakan kodratnya sebagai manusia yang saling tolong menolong, memiliki rasa kemanusiaan.. Jika ingin dihormati sebagai Boss, maka hormatilah Anak buah sebagai manusia. Jangan menuntut yang besar terhadap bawahan jika tidak memberikan "Sesuatu" terhadap anak buahnya. Bersikap lebih peduli, peka, dan rendah hati itu akan lebih "Sesuatu".


Love,



1 komentar: